Pada peringatan Hari Guru Nasional 2025, bangsa Indonesia kembali mengenang para pendidik yang telah berjasa membangun peradaban melalui ilmu dan pengabdian. Salah satu sosok guru yang patut dikenang dan dihormati adalah TGH. Lalu Ibrahim Muhammad Thoyyib, seorang ulama dan pendidik yang telah wafat namun meninggalkan warisan ilmu yang terus mengalir manfaatnya hingga hari ini.
Walaupun jasadnya telah berpulang, keteladanan, karya tulis, serta dedikasi beliau terhadap pendidikan Islam menjadikan namanya tetap hidup dalam ingatan para santri, masyarakat, dan dunia pendidikan.sv
Profil Singkat TGH. Lalu Ibrahim Muhammad Thoyyib
TGH. Lalu Ibrahim Muhammad Thoyyib dikenal sebagai ulama yang teguh dalam menuntut ilmu sejak usia muda. Perjalanannya menimba ilmu dari berbagai pesantren menjadikannya sosok guru yang memiliki wawasan luas, kepribadian tawadhu’, serta kemampuan mengajar yang sangat humanis.
Beliau mengabdikan hidupnya di madrasah, pondok pesantren, dan majelis ilmu. Sebagai seorang guru, beliau bukan hanya pengajar, melainkan role model dalam akhlak, disiplin, kesederhanaan, dan pengabdian.
Warisan Ilmu: Buku Agama dan Buku Umum Karya Beliau
Salah satu kontribusi terbesar TGH. Lalu Ibrahim Muhammad Thoyyib adalah karya tulisnya. Walaupun beliau telah wafat, ilmu yang beliau abadikan tetap menjadi sumber pengetahuan bagi generasi berikutnya.
Kategori karya beliau yang masih digunakan hingga kini:
-
Buku-buku agama (tauhid, fikih, akhlak, tarbiyah Islami)
-
Buku umum terkait sosial kemasyarakatan
-
Catatan penting hasil pengajian
-
Manuskrip asli kajian-kajian Islam
-
Tulisan-tulisan nasihat dan refleksi kehidupan
Karya-karya ini menjadi bukti nyata bahwa seorang guru tetap hidup melalui tulisan dan manfaat yang ditinggalkan.
Keteladanan yang Menginspirasi Pendidikan Indonesia
Keteladanan beliau sangat relevan dengan tema Hari Guru Nasional 2025, yang menekankan peran guru sebagai agen perubahan dan pembentuk karakter bangsa. Semasa hidupnya, beliau menunjukkan bahwa guru sejati adalah mereka yang mengajar dengan hati, mengabdi tanpa pamrih, dan mendidik dengan keikhlasan.
Nilai keteladanan beliau yang masih menginspirasi:
1. Akhlak yang Luhur
Beliau dikenal lembut dalam tutur kata, santun dalam berinteraksi, serta tegas dalam prinsip.
2. Semangat Keilmuan Tanpa Batas
Meskipun telah berusia senja, beliau tetap menulis, membaca, dan mengajar setiap kali kesehatan memungkinkan.
3. Pengabdian Tanpa Henti
Beliau sering mengajar dari pagi hingga malam, membimbing santri, dan melayani masyarakat.
4. Kesederhanaan yang Menyejukkan
Beliau tidak menonjolkan harta atau jabatan, tetapi menonjolkan ilmu dan akhlak.
Menghidupkan Karya dan Ajaran Beliau Melalui Peringatan Hari Guru Nasional
Momentum Hari Guru Nasional 2025 menjadi waktu yang tepat untuk kembali memperkenalkan pemikiran serta karya-karya beliau kepada generasi muda. Dengan mempelajari karya tulis beliau, para siswa dan santri dapat memahami bagaimana seorang guru membangun peradaban melalui tulisan dan keteladanan.
Beberapa madrasah, pondok pesantren, dan komunitas pendidikan bahkan menjadikan karya beliau sebagai rujukan dalam:
-
Kajian rutin
-
Bahan pembelajaran di kelas
-
Program penguatan karakter
-
Kajian kitab kuning dan kitab modern
Hal ini menjadi bukti bahwa warisan beliau terus mengalirkan manfaat.
Kontribusi Besar Beliau dalam Membangun Generasi Berakhlak
Pengaruh TGH. Lalu Ibrahim Muhammad Thoyyib tidak hanya terlihat dari karya tulis, tetapi juga dari karakter murid-muridnya. Mereka menjadi generasi yang berakhlak, cinta ilmu, dan siap berkhidmat kepada masyarakat.
Beliau telah membuktikan bahwa pendidikan bukan sekadar mengajar, tetapi membentuk manusia seutuhnya. Inilah makna terdalam dari pengabdian seorang guru.
Penutup: Guru Mulia, Ilmu yang Tak Pernah Mati
Walaupun beliau telah wafat, TGH. Lalu Ibrahim Muhammad Thoyyib meninggalkan jejak yang tak akan pernah pudar — ilmu, akhlak, dan karya tulis yang menjadi amal jariyah. Peringatan Hari Guru Nasional 2025 menjadi momen untuk menghargai perjuangan beliau serta menjadikan teladannya sebagai inspirasi bagi seluruh pendidik di Indonesia.
Semoga Allah SWT menempatkan beliau pada derajat terbaik dan melipatgandakan pahala dari ilmu yang terus diamalkan oleh umat
