Keutamaan Shalat Tarawih Malam Keempat Ramadhan dan Makna Khusyuk dalam Ibadah
Memasuki malam keempat Ramadhan, tubuh mulai menyesuaikan diri dengan ritme puasa dan ibadah malam. Langkah menuju masjid terasa lebih ringan dibanding hari-hari pertama.
Namun ada satu hal yang sering mulai berkurang: kekhusyukan.
Keutamaan shalat tarawih malam keempat Ramadhan bukan tentang angka malamnya, melainkan tentang kualitas hati saat berdiri di hadapan Allah.
Ramadhan mengajarkan kita bukan hanya untuk hadir secara fisik, tetapi juga hadir dengan hati yang sadar.
Keutamaan Qiyam Ramadhan Tetap Berlaku
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa yang melaksanakan qiyam Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits ini berlaku pada setiap malam Ramadhan, termasuk malam keempat.
Artinya, selama kita shalat dengan iman dan mengharap ridha Allah, peluang ampunan selalu terbuka.
Namun keutamaan itu akan semakin sempurna jika dilakukan dengan khusyuk.
Malam Keempat: Latihan Menghadirkan Hati
Khusyuk bukan berarti tidak bergerak sama sekali.
Khusyuk adalah keadaan hati yang sadar bahwa kita sedang berbicara dengan Allah.
Malam keempat menjadi momen untuk bertanya pada diri sendiri:
-
Apakah saya memahami bacaan yang saya dengar?
-
Apakah pikiran saya fokus pada shalat?
-
Ataukah hati saya masih sibuk memikirkan urusan dunia?
Kualitas ibadah lebih penting daripada sekadar jumlah rakaat.
Cara Meningkatkan Kekhusyukan di Tarawih
Berikut beberapa langkah sederhana yang bisa diterapkan di malam keempat:
1. Datang Lebih Awal ke Masjid
Datang lebih awal membuat hati lebih tenang. Kita punya waktu untuk berdzikir dan menenangkan pikiran sebelum shalat dimulai.
2. Memahami Makna Bacaan Al-Qur’an
Jika memungkinkan, pelajari arti surat yang sering dibaca imam. Ketika kita memahami maknanya, hati akan lebih mudah tersentuh.
Al-Qur’an diturunkan bukan hanya untuk dibaca, tetapi untuk direnungkan.
3. Mengurangi Gangguan Pikiran
Sebelum berangkat tarawih, selesaikan pekerjaan penting terlebih dahulu agar pikiran tidak terbagi.
Matikan notifikasi ponsel dan fokus pada ibadah.
4. Menghadirkan Perasaan Diawasi Allah
Ingatlah bahwa kita berdiri di hadapan Allah Yang Maha Melihat.
Kesadaran ini akan membuat hati lebih tunduk dan rendah.
Ramadhan Adalah Madrasah Hati
Ramadhan bukan sekadar rutinitas tahunan.
Ia adalah madrasah yang melatih hati agar lebih lembut dan lebih dekat kepada Allah.
Malam keempat adalah pengingat bahwa ibadah bukan hanya tentang konsistensi, tetapi juga tentang kualitas.
Jika kita bisa menjaga kekhusyukan sejak awal Ramadhan, insyaAllah hingga akhir bulan pun hati tetap terjaga.
Jangan Biarkan Ibadah Menjadi Rutinitas Kosong
Bahaya terbesar dalam ibadah adalah ketika ia berubah menjadi kebiasaan tanpa makna.
Kita datang, berdiri, rukuk, sujud — tetapi hati tidak ikut hadir.
Malam keempat adalah kesempatan memperbaiki kualitas, sebelum Ramadhan berjalan terlalu jauh.
Penutup: Khusyuk adalah Ruh Ibadah
Keutamaan shalat tarawih malam keempat Ramadhan akan semakin terasa ketika dilakukan dengan khusyuk.
Allah tidak menilai banyaknya gerakan, tetapi ketulusan dan kehadiran hati.
Mari jadikan malam keempat sebagai titik perbaikan kualitas ibadah.
Datanglah dengan hati yang lebih tenang.
Berdirilah dengan kesadaran penuh.
Pulanglah dengan jiwa yang lebih damai.
Semoga Allah menerima ibadah kita dan menjadikan Ramadhan ini penuh keberkahan.
Aamiin.
