Keutamaan Shalat Tarawih Malam Kedelapan Ramadhan dan Pentingnya Mempererat Ukhuwah

 


Keutamaan Shalat Tarawih Malam Kedelapan Ramadhan dan Pentingnya Mempererat Ukhuwah

Memasuki malam kedelapan Ramadhan, perjalanan ibadah sudah semakin terasa menyatu dengan keseharian. Puasa berjalan lebih ringan, tarawih menjadi kebiasaan yang dinanti.

Namun ada satu hal yang sering terlupakan: mempererat ukhuwah atau persaudaraan.

Keutamaan shalat tarawih malam kedelapan Ramadhan bukan hanya pada pahala qiyamnya, tetapi juga pada dampaknya dalam memperbaiki hubungan dengan sesama.

Ramadhan adalah bulan persatuan, bukan perpecahan.

Keutamaan Qiyam Ramadhan Tetap Berlaku

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barang siapa yang melaksanakan qiyam Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits ini berlaku pada setiap malam Ramadhan, termasuk malam kedelapan.

Artinya, setiap tarawih adalah kesempatan meraih ampunan dan memperbaiki diri.

Namun kesempurnaan ibadah juga tercermin dalam hubungan sosial kita.

Malam Kedelapan: Momentum Memperbaiki Hubungan

Sering kali hubungan renggang bukan karena masalah besar, tetapi karena:

  • Salah paham

  • Ucapan yang kurang bijak

  • Ego yang sulit diturunkan

Ramadhan adalah waktu terbaik untuk memulai kembali.

Jika hati masih menyimpan dendam, malam kedelapan adalah momen untuk memaafkan.

Tarawih dan Persatuan Umat

Shalat tarawih memiliki keindahan tersendiri: dilakukan berjamaah.

Kita berdiri sejajar tanpa melihat status, jabatan, atau latar belakang.

Semua sama di hadapan Allah.

Inilah gambaran indahnya ukhuwah Islamiyah.

Jika dalam shalat kita bisa berdampingan tanpa membedakan siapa pun, seharusnya di luar shalat pun kita bisa menjaga persaudaraan.

Bentuk Mempererat Ukhuwah di Bulan Ramadhan

Berikut beberapa langkah sederhana:

1. Menyapa dan Mendoakan

Ucapan salam dan doa adalah pintu pembuka hati.

2. Meminta Maaf Terlebih Dahulu

Tidak perlu menunggu orang lain memulai. Kerendahan hati adalah kemuliaan.

3. Menghindari Perdebatan yang Tidak Perlu

Ramadhan bukan waktu memperbesar perbedaan, tetapi memperkuat persamaan.

4. Mengunjungi atau Menghubungi Keluarga

Silaturahmi membawa keberkahan umur dan rezeki.

Refleksi Hati di Malam Kedelapan

Cobalah renungkan:

  • Apakah ada hubungan yang perlu saya perbaiki?

  • Apakah saya sudah memaafkan dengan tulus?

  • Apakah ibadah saya membuat saya lebih lembut kepada sesama?

Tarawih bukan hanya gerakan fisik, tetapi pendidikan akhlak.

Jangan Biarkan Ramadhan Berlalu Tanpa Perubahan

Ramadhan akan berlalu lebih cepat dari yang kita kira.

Jika setelah delapan malam hati kita masih keras dan hubungan masih renggang, berarti ada yang perlu dibenahi.

Malam kedelapan adalah kesempatan emas untuk memperkuat persaudaraan.

Penutup: Ibadah yang Menguatkan Persaudaraan

Keutamaan shalat tarawih malam kedelapan Ramadhan terletak pada dampaknya terhadap ukhuwah.

Ibadah yang benar akan melahirkan hati yang lapang.
Shalat yang khusyuk akan melahirkan pribadi yang pemaaf.

Datanglah ke masjid dengan niat memperbaiki diri.
Pulanglah dengan tekad memperbaiki hubungan.

Semoga Allah menyatukan hati kita dalam kebaikan dan menerima seluruh amal ibadah kita.

Aamiin.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Lebih baru Lebih lama