Keutamaan Shalat Tarawih Malam Ketujuh Ramadhan dan Pentingnya Memperbanyak Sedekah
Memasuki malam ketujuh Ramadhan, perjalanan ibadah sudah berjalan satu pekan. Semangat mulai stabil, namun tantangan menjaga kualitas ibadah tetap ada.
Keutamaan shalat tarawih malam ketujuh Ramadhan bukan hanya tentang berdiri lama dalam shalat, tetapi bagaimana ibadah itu mendorong kita menjadi pribadi yang lebih peduli terhadap sesama.
Ramadhan adalah bulan kedermawanan. Dan tarawih adalah penguat ruhani untuk melahirkan kepedulian sosial.
Keutamaan Qiyam Ramadhan Berlaku Sepanjang Bulan
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa yang melaksanakan qiyam Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits ini berlaku untuk seluruh malam Ramadhan, termasuk malam ketujuh.
Anda juga bisa membaca pembahasan umum tentang keutamaan qiyam Ramadhan di situs resmi Kementerian Agama Republik Indonesia.
Malam Ketujuh: Momentum Memperbanyak Sedekah
Rasulullah ﷺ dikenal sebagai pribadi yang sangat dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan.
Sedekah tidak harus selalu dalam jumlah besar. Bahkan senyum, bantuan kecil, atau memberi makanan berbuka termasuk bentuk sedekah.
Tarawih yang kita lakukan seharusnya melahirkan empati terhadap mereka yang kekurangan.
Hubungan Tarawih dan Kepedulian Sosial
Setiap malam kita mendengar ayat-ayat Al-Qur’an yang mengingatkan tentang:
-
Pentingnya membantu fakir miskin
-
Larangan bersikap kikir
-
Keutamaan berbagi
Jika setelah tarawih hati kita tergerak untuk berbagi, berarti ibadah kita mulai memberi dampak nyata.
Bentuk Sedekah di Malam Ketujuh
Berikut beberapa amalan yang bisa dilakukan:
1. Memberi Makanan Berbuka
Memberi makan orang yang berpuasa memiliki pahala besar, tanpa mengurangi pahala orang tersebut.
2. Menyisihkan Sebagian Rezeki
Bisa untuk masjid, pesantren, atau mereka yang membutuhkan di sekitar kita.
3. Membantu dengan Tenaga dan Waktu
Tidak semua sedekah berbentuk uang. Membantu membersihkan masjid atau membantu tetangga juga termasuk amal kebaikan.
Refleksi Hati di Malam Ketujuh
Cobalah bertanya pada diri sendiri:
-
Sudahkah saya berbagi di Ramadhan ini?
-
Apakah tarawih membuat hati saya lebih lembut?
-
Apakah saya lebih peduli pada kondisi sekitar?
Jika jawabannya belum, malam ketujuh adalah waktu yang tepat untuk memulai.
Baca Juga:
-
Keutamaan Shalat Tarawih Malam Keenam Ramadhan dan Pentingnya Menjaga Lisan
-
Keutamaan Shalat Tarawih Malam Kelima Ramadhan dan Makna Kesabaran
-
Keutamaan Shalat Tarawih Malam Keempat Ramadhan dan Kekhusyukan Ibadah
Penutup: Tarawih yang Menggerakkan Hati untuk Berbagi
Keutamaan shalat tarawih malam ketujuh Ramadhan terletak pada dampaknya dalam kehidupan nyata.
Ibadah yang baik akan melahirkan akhlak yang baik.
Shalat yang khusyuk akan melahirkan hati yang dermawan.Datanglah ke tarawih membawa doa.
Pulanglah dengan niat berbagi.Semoga Allah menjadikan kita hamba yang ringan tangan dalam kebaikan.
Aamiin.
